PENGALAMAN HARU PROMIL MENGGUNAKAN SERBUK ZURIAT
Wednesday, October 31, 2018

PENGALAMAN HARU PROMIL MENGGUNAKAN SERBUK ZURIAT

PENGALAMAN HARU PROMIL MENGGUNAKAN SERBUK ZURIAT

Pengalaman haru dari seorang konsumen Serbuk Zuriat yang selama 7 tahun menikah dan baru dikaruniai baby pada tahun ke-8 pernikahan berkat promil menggunakan Serbuk Zuriat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat hamil, namun tak membuahkan hasil. Tetapi, syukurlah setelah ikhtiar mengkonsumsi Serbuk Zuriat, Tuhan mengabulkan harapannya. Memang Tuhan yang berkuasa memberi kehamilan, namun manusia wajib beriktiar/berusaha dan mencari jalan keluar. Berikut kisahnya.

Seorang wanita bernama Erna (bukan nama sebenarnya), ia mahasiswi semester 7 sebuah Universitas di Jawa Timur, memutuskan menikah dengan kekasihnya yang juga kakak kelasnya di jurusan yang sama. Mereka berdua menikah di Tahun 2010. Karena Erna masih kuliah, ia meminta izin pada suaminya untuk tidak hamil terlebih dahulu hingga ia wisuda. Namun begitu Erna tidak mengkonsumsi obat-obatan untuk KB, baik berupa pil maupun cairan suntik. Keduanya sepakat menggunakan KB kalender.

Satu tahun berlalu, Erna pun lulus kuliah. Selayaknya pasutri pada umumnya, mereka berdua berkeinginan memiliki buah hati dengan menghentikan KB kalender yang selama ini mereka lakoni. Sepuluh bulan berlalu, Erna belum juga memperoleh tanda kehamilan. Akhirnya ia dan suaminya pergi ke dokter untuk cek kesehatan. Erna merasa lega karena ia dan suaminya sehat dan normal. Namun mengapa belum juga hamil?. Dokterpun memberinya saran Promil (program amil) dan mengkonsumsi resep obat penyubur kandungan dan menyuruhnya kembali jika obat tersebut habis.

Alangkah terkejut ia ketika menebus resep tersebut yang harganya mencapai Rp. 600.000,- untuk kosumsi selama 10 hari. Benar saja, Erna kembali ke dokter untuk cek ulang, dan dokter memberinya resep yang sama untuk ditebus. Dalam waktu 2 bulan Erna menghabiskan biaya Rp.3.600.000,- untuk membeli obat. Ia tak sayang pada uangnya, karena harapan terbesarnya adalah segera hamil. Namun betapa kecewa ia ketika di akhir bulan ke dua ia menstruasi. Itu artinya ia masih belum hamil, padahal obat sudah dikosumsi dan petunjuk dokter sudah dilakoni.

Ernapun berpindah ke pengobatan alternatif. Ia dan suaminya mendapat saran dari temannya untuk menkonsumsi obat herbal yang katanya bisa menyuburkan kandungan dan memperbaiki kualitas sperma. 1 botolnya Rp. 300.000,- untuk kosumsi 1 minggu. Ia pun membeli 4 botol untuk dirinya dan suaminya. Dengan telaten keduanya meminum obat tersebut. Singkat kisah 5 bulan berlalu. Dan masih belum ada tanda-tanda kehamilan.

Erna mulai pesimis, ia tak mau mengkonsumsi obat apapun. Namun suaminya dengan sabar membujuknya untuk pergi ke dukun kandungan yang konon katanya ahli dalam hal terapi kehamilan. Di tahun ke 4 pernikahannya, Erna pun memberanikan diri mengikuti saran suaminya. Benar saja, keduanya mengikuti terapi pijat dan meminum madu herbal dari sang dukun. Sekali terapi, keduanya harus merogoh saku Rp. 450.000,- untuk biaya terapi dan membeli madu herbalnya. Selama 5 bulan keduanya menjalani hal tersebut. Di bulan ke-6 Erna tak mau lagi kembali ke dukun tersebut karena merasa tak ada perubahan signifikan. Hal tersebut semakin menambah pesimis bagi diri Erna.

Hingga akhirnya di tahun ke 7 pernikahannya, Erna dan suaminya iseng membaca artikel tentang Promil Serbuk Buah Zuriat. Dengan segudang khasiat yang dimiliki buah zuriat, akhirnya keduanya ingin mencoba. Yah hanya coba-coba, dari pada hanya menunggu keajaiban tanpa berusaha. Suami Erna menghubungi kontak yang tertera di website Serbuk Buah Zuriat yang mereka baca untuk memesan.

Singkat kisah, 7 hari kemudian pesanan mereka sampai di tangan. Mereka mulai mengikti petunjuk pemakaian dan dengan telaten mengkonsumsinya selama 6 bulan. Erna sendiri sebenarnya sudah lupa berapa lama mereka mengkonsumi Serbuk Buah Zuriat tersebut, karena sebenarnya dirinya sudah pasrah dengan keputusan Tuhan, namun begitu ia tidak bosan menjalani promilnya bersama suaminya. Dan benar saja, di bulan ketujuh pada 7 tahun pernikahannya. Erna mulai terlambat haid. Awalnya ia mengira hal itu biasa saja seperti wanita lain yang terlambat haid. Hingga 2,5 bulan ia tak kunjung haid. Ia takut terjadi apa-apa pada dirinya. Akhirnya suaminyapun mengantarkannya cek up ke seorang Bidan. Dan sungguh mengejutkan apa yang dikatakan oleh Bidan tersebut. Yah, Erna hamil 3 bulan. Antara percaya dan tidak namun itulah kenyataanya. Tuhan benar-benar mengabulkan harapan mereka.

Pengalaman haru Erna, dijalaninya selama kurang lebih 7 tahun. Dan di tahun ke-8 pernikahannya, tepatnya bulan Maret 2018, Erna melahirkan bayi pertamanya. Berkat Serbuk Buah Zuriat dan kejaiban doa yang ia panjatkan, maka tidak ada yang tidak mungkin. Semoga kisah ini menginspirasi anda yang mungkin juga tengah mengalami sebagaimana apa yang dialami Erna dan suaminya.
MINAT SILAHKAN HUBUNGI KAMI
DENGAN KLIK DI BAWAH INI
https://api.whatsapp.com/send?phone=6281383922322

Tags :

Related : PENGALAMAN HARU PROMIL MENGGUNAKAN SERBUK ZURIAT